SELAMAT DATANG DI DUNIA GUBRAK!!!

Gubrak Indonesia

Tampilkan postingan dengan label Dinding Gubrakers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinding Gubrakers. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Oktober 2010

Jadilah Seperti Pensil


oleh ORANG-ORANG SUKSES pada 14 Oktober 2010 jam 21:46

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“ Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku ?”
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu PENSIL yang nenek pakai. Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si nenek lagi.
Mendengar jawaban ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“ Tapi nek, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya ”, Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab,
“ Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini ”,
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.
Pertama:
Pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya Allah, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya ”.
Kedua:
Dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik  ”.
Ketiga:
Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.
Keempat:
Bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu ”.
Kelima:
Sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan…Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan tinggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”

DALAM ANTRIAN DOSA

oleh Muhammad Mujtahid Muthlaq pada 15 Oktober 2010 jam 0:59


Bilik2 dosa sangat pekat teronggok dalam hati..
sedangkan 'amal tiada sama sekali...
meronta dalam kenistaan...

Hamba menghadap-Mu wahai Robbku………
bukan dengan gemericik tasbih dan tahmid...
Bukan dengan 'kebersihan jiwa......
namun dengan bercak dosa yang kian berkarat....
kian berkarat....

Aku tak tahu...
Engkau berkenan atau tidak untuk menghapusnya...
Memang tak pantas diri ini...
memohon ampunan dari Mu..

Tiap detik, Bermilyar2 nikmat Mu bahkan lebih..
Kau karuniakan kepadaku
dan akupun merasakannya... 
Tetapi tiap detik pula hamba ingkar dari nikmat Mu..
Tiap detik pula dosa dosa tercipta dari seluruh bagian tubuhku..
Bagaimana aku mempertanggung jawabkannya....
Yaaa Robb...
Yaaaaaa Robb...
.......................................................
entah .....
sudah berapa kali Engkau tegur hamba?
Engkau tegur perbuatan dosaku dengan keinginan untuk mengulanginya lagi
tapi kebodohan dan kelemahan melawan nafsu membelenggu hati,
sehingga kilau lembut hakikat teguranmu berlalu tanpa makna

satu kesalahan melahirkan kesalahan-kesalahan lainnya
dosa pun kian menumpuk, tertata rapi dalam jiwa dan jasad hamba
otak pun sudah penuh antrian keinginan yang sebenarnya tak hamba inginkan kehadirannya

disela-sela manisnya maksiat nurani hamba tersadar meski hanya sekejap

" apakah jasad hamba akhirnya hanya akan menjadi bahan bakar neraka-MU?"

hamba memang layak meraung, menggelepar dineraka-MU
namun hamba tiada mampu walau sekedar ‘tuk mengecap siksa-Mu
hamba tak kuasa....

Yaa Robb ……………………………………
dimanakah akan hamba temukan kekuatan untuk meredam keinginan sesat ini?
dengan cara apa hamba akan Engkau anugerahi kemampuan itu?
semoga sebelum nyawa ini Engkau cabut, hamba masih Engkau beri kesempatan
kesempatan untuk merasakan manisnya taubatan nasuha.

Amin ya Robbal ‘alamiin.

Rabu, 13 Oktober 2010

Andai JS Badudu melihat ini.....

*Irwansyah Nuzar

Tanpa sengaja saya menemukan sebuah curahan hati seseorang yang di publish melalui sebuah jejaring sosial. Alamak tak habis pikir saya melihat susunan huruf dan angka yang membentuk rangkaian tak terjemahkan. Lama saya merenung dan mencoba memahami huruf demi huruf dan angka demi angka. Bahkan mungkin detektif sekelas Sherlock Holmes membutuhkan waktu lama untuk menterjemahkan ini....

lantas muncul pertanyaan dalam kepala saya. Apakah jurusan ilmu Bahasa atau Pendidikan Bahasa Indonesia sudah dihapus dari Universitas dan Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia sehingga tak ada lagi guru atau dosen yang mengenalkan tentang bagaimana Bahasa Indonesia yang baik dan benar..

Saya yakin jika anda membaca tulisan yang ada di bawah ini maka anda akan mengalami hal yang sama dengan saya....

QmO dLaM iDopQhO
q tWo………………
qMo mANk cLiD wAd cYanK m qHo………….
tPhE qMo pLu tHwO„„„
mY LuPi”…………
aLwaYs 4’U……………
cO’nA cMa qMo YaNk Co WaD qHo cYuM…………
k’tHwA„„„„„„„„„„
n cNeNk……………..
tHanKz b’4„„„„„„
yOz aLaWAiCe d bEzT…………….
iN meYe heArD„„„„„„,

tHo_tHo…………..
LupHz yOu„„„„„„,
bU_bU„„„„„„

——————————————

I’m ReGrEeEeeEEeeEet nOw…………….
naFaZ„„„„„„„„„,
bNcHi qOh nGmBAnK……………….
hOeKkkKKk……………..

nPhA jDe gnE???????????????
i dOn’t LiKe tHaT…………..
qOh g Mo iDoP dLAM kmNfqAn……….

tHiZ iZ buLLsHiT!!!!!!!!!!!)

sHiT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!!

SADAM WITHOUT WORD!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
HAifTf………………

—————————————–

TaKe mE 2 yOuR hEaRtZzz??????????????????
cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa…….
m_tHa apOn YoH………………
qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo……….

bUD„„„„„„„„„,
hUhuHuHfTFTf………….. ..
cIa” adJA…………………
shIt????????????
maYbe???????????????
ckIdDDdddDDDd„„„„„„, „„„„„„„„„„„„„ „„
pGEn qOh tO bLanK……………………..
U bLOkE mY hEaLtH!!!!!!!!!!!!!!!!
i tHinK……………..
it’Z DISGUSTING vOiCE………………..
anDeE………………….
adJA g2 dRe wAL……………..
qTaH gAg mKeN dIEM”aN gNe tOh???!?@??@?@??@@?@?

Andai pakar bahasa Indonesia JS Badudu melihat tulisan ini maka saya sangat sulit membayang ekspresi wajahnya...

Selasa, 12 Oktober 2010

Menikah, (salah satu) jalan menuju kemanunggalingan


oleh Pandu Prasnaditya pada 11 Oktober 2010 jam 5:40







"Perpisahan (perceraian) ini karena kami sudah tidak menemukan kecocokan lagi di antara kami.."

Sebuah alasan paling konyol namun ironisnya justru paling sering dijadikan sebagai alasan utama perceraian..

Dalam agama Katholik dan Kristen jelas dikatakan: Yang dipersatukan oleh Tuhan, jangan diceraikan oleh manusia..
Dalam agama Islam pun sejatinya perceraian juga tidak diperbolehkan..
Hmm..?
Memang ada dikata bahwa perceraian diperbolehkan, namun perlu diingat pula bahwaperceraian adalah hal yang dibenci Tuhan..
Kalau memang mencintai Tuhan, akankah kita hendak melakukan hal ygdibenci Tuhan?

Pernikahan adalah hal yg sangat disakralkan olehNya..
Dalam pernikahan juga terkandung kesetaraan agama-agama..
Hmm..?
Ketika sepasang suami-istri berpindah (identitas) keyakinan dari suatu agama ke agama lainnya, hanya wajib bagi mereka u/ melakukan 'ritual' ikrar memeluk agama baru mereka, tanpa wajib mengulang pernikahan mereka dg tata cara seturut agama mereka yg baru..
Jika berani berpikir logis, disini terlihat bahwa agama (pada umumnya) mengakui keabsahan 'ritual pernikahan' agama lainnya..
Suatu keseteraan agama telah terlihat disini, sekaligus bahwa pernikahan adalah hal yang disakralkan di semua agama..

Menikah adalah ibadah..
Menikah yg bagaimanakah yg layak disebut ibadah?

Suatu saat penulis pernah membaca buku berjudul Crack Da Vinci Code den menemukan suatu ulasan yg sangat menarik mengenai konsep pernikahan menurut Katholik (yang mungkin juga jarang dipahami/diketahui oleh kalangan umat Katholik) dan penulis rasa sangat relevan jika diterapkan pada agama apapun..

Tuhan memiliki berbagai sifat yg oleh kita para manusia sifat-sifat tersebut bisa digolongkan sebagai sifat-sifat maskulin (Maha Gagah, Maha Kuasa, Maha Mengalahkan, dsb) dan sifat-sifat feminin (Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha Pemberi, dsb), dan semua itu seimbang adanya..
Sifat-sifat maskulin pada manusia menjadi dominan pada manusia laki-laki..
Sifat-sifat feminin pada manusia adalah dominan pada kaum manusia perempuan..

Saling mengisi sisi sub-ordinat pasangan dengan sifat dominan yg ada pada dirinya masing-masing akan membentuk keseimbangan sifat-sifat ke-Ilahi-an tersebut, sehingga tindakan dan sikap yg dihasilkan pasangan tersebut akan (men-)'dekat'(-i) dengan tindakan dan sikap Tuhan..
Hal inilah yg dikatakan dengan "menikah itu menjadikan diri dekat dengan Tuhan" alias "menikah itu adalah ibadah"..

Saling mengisi tersebut hanya dapat terwujud jika dari kedua belah pihak meletakkan egonya masing-masing dengan penuh kesadaran, menjalin komunikasi dalam posisi yg setara (baca: tidak merasa diri lebih tinggi/berkuasa dari pasangannya), meskipun 'pengetok palu keputusan' tetaplah sang kepala keluarga..

Ketika pernikahan hanya dianggap sebagai legalisasi u/ bersetubuh semata, dijalani sebagai hubungan 2 individu dalam 1 rumah dengan kehidupannya masing-masing yg tepisah, atau bahkan hanya demi status sudah menikah, maka perceraian adalah sudah di depan mata..

Dari ulasan di atas, marilah kita bersama-sama memurnikan kembali konsepsi pernikahan yang ada di benak kita, sehingga pernikahan yg akan/sedang dijalani (bagi yg tidak memutuskan untuk selibat) menjadi mulia adanya..


Kiranya Tuhan memberkati kita semua..

Surabaya, 11 Oktober 2010, 03:54 WIB

Jika Musik Mengalahkan Muzik

by Irwansyah Nuzar on Wednesday, August 25, 2010 at 4:14pm

Gambar wajah Pasha Ungu tampak cerah berbingkai kayu warna cokelat. Wajah vokalis band ungu itu terpasang berdampingan dengan foto gambar personel lengkap grup band Dewa di dinding sebuah kamar kos seorang anak muda warga Kuala Lumpur, Malaysia. Pasha dan Dewa telah lama menggantikan Amy Search sebagai penghias dinding kamar anak muda itu. “lagu-lagu dari Indonesia tidak seperti lagu-lagu Malaysia, lembik. Sedikit sekali budak yang suka dengar lagu dari Malaysia. Gue sendiri sejak lama senang sangat dengar lagu Ungu dan Dewa,” ujar Nashrallah bin H. Osman, nama anak muda itu. Dia adalah mahasiswa asli Malaysia yang banyak bergaul dengan mahasiswa Indonesia dengan logat ala Jakarta. Nashrallah bukan satu-satunya orang Malaysia yang menggandrungi musik Indonesia karena hampir semua kaum muda negara kerajaan tersebut mengaggumi sentuhan musik Indonesia.

Menurut mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di berbagai universitas yang ada di Malaysia, jika ada lagu atau film baru dan booming di Indonesia, maka dalam waktu yang sangat singkat itu akan menjalar ke Malaysia. Anisa Aramitha, seorang mahasiswi asal Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Universiti Kebangsaan Malaysia menuturkan suasana kampusnya tidak jauh berbeda dengan di Tanah Air. Beberapa radio Malaysia, seperti Era FM, Hot FM, dan Suria FM, selain memiliki program khusus memutar lagu-lagu Indonesia, mereka juga banyak memutarkan lagu Indonesia untuk menemani aktivitas malam mayarakat Malaysia. Kenyataan seperti inilah yang kemudian dianggap menjadi ancaman bagi eksistensi musik lokal. Pada 2007, suara sumbang terhadap penyanyi Indonesia muncul dari Amy Search, penyanyi Malaysia, yang menyatakan bahwa dominasi lagu-lagu Indonesia yang disiarkan oleh radio swasta di Malaysia sudah keterlaluan.

Angka penjualan album musisi Indonesia memang sangat mengagumkan jika dibandingkan dengan artis lokal Malaysia. Menurut perhitungan R. Muhammad Mulyadi, peneliti industri budaya Universitas Padjadjaran, Bandung, dalam blog pribadinya, pada awal kehadirannya grup band Peterpan sudah mampu menjual 50.000 unit album di Malaysia, sementara lima album Sheila On 7 terjual hampir 300.000 unit. “Sedangkan banyak artis Malaysia menghadapi berbagai masalah dengan berbagai kesulitan dalam penjualan. Untuk menjual sebanyak 10.000 unit album saja artis Malaysia mengalami kesulitan,” paparnya

Malaysia Pasar Potensial
Kegandrungan masyarakat Malaysia terhadap produk kreatif Indonesia tentu saja bisa memberikan keuntungan secara ekonomi bagi kita. Lihat saja pendapatan dari pemutaran film horor produksi Indonesia di Malaysia. Misalnya, film Beranak Dalam Kubur yang sukses menerima pendapatan 250.000 ringgit (Rp725 juta) setelah satu bulan diputar di bioskop Kuala Lumpur dan Lembah Klang.

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia juga membidik pasar Malaysia. “Alasan menjadikan Malaysia sebagai lokasi pameran karena mempertimbangkan banyaknya buyer dari Malaysia yang datang pada pameran Inacraft, April lalu,” kata Hesti Indah Kresnarini, kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Departemen Perdagangan. Transaksi ritel yang dicapai pada pameran Inacraft 2009 lalu sebesar Rp85 miliar atau naik sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya.

Indonesia Lebih Kreatif
Lalu, apa yang membuat publik Malaysia lebih menyukai produk kreatif asal Indonesia? Ketua Umum Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK), Fiki C. Satari, melihat pada unsur variasi dan kretivitas yang lebih berani pada produk Indonesia. “Kondisi negara kita mendukung untuk tumbuhnya kreativitas, mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, sebagai negara yang lebih mengacu ke Inggris, maka konsep pembinaan ekonomi kreatifnya pasti sama dengan Inggris. Di sana inisiatif pengembangan ekonomi kreatif muncul dari pemerintah. Berbeda dengan kita, kalau tidak kreatif, maka tidak laku, artinya tidak makan. Itu yang menyebabkan kita jadi berpikir out of the box dan membuat lebih kreatif,” papar kiki. Saat ini banyak anggota KICK yang telah melebarkan sayapnya hingga ke Kuala Lumpur, Malaysia. “Secara desai, kita jauh lebih unggul, selain itu bahan baku kita juga murah. Kelebihan mereka lebih pada modal saja. Perusahaan clothing Malaysia sebenarnya banyak mengambil bahan di Bandung,” papar Fiki.

Sementara itu, dari negeri Malaysia sendiri ada suara jujur yang mengakui kelebihan industri kreatif Indonesia. “Ya, jika kita masih terus dengan mentaliti muzik cengeng dan kampungan, pendengar muzik kita akan lari ke muzik dari Indonesia, kerana itulah yang ternyata lebih keren dan progressive. Mari kita belajar dari para seniman yang benar-benar mendalami hasil seninya, dan tidak hanya memikirkan market, market, market!” Seru KC Ismail, pemandu acara “Carta Baik Banget”. Acara ini selalu berkumandang di gelombang radio Rediffusion frekuensi 104.9 Mhz di KL.